Showing posts with label Tips. Show all posts
Showing posts with label Tips. Show all posts

Sunday, July 1, 2012

Mempengaruhi Jiwa Anak dengan Kegembiraan

Siang itu anak saya Abim yang berusia 2 tahun melihat ibunya sedang merapikan baju, dia mendekati ibunya dan bilang "Abim bantu, Abim bantu". Kemudian istri saya meminta anak saya untuk membantu merapikan baju. Walaupun hasilnya belum memuaskan--bahkan kadang malah menjadi acak-acakan dan membuat istri saya bekerja 2x--istri saya selalu memuji anak saya karena keinginan dan inisiatifnya untuk membantu orangtua. Hal ini membuat anak saya gembira setiap kali diminta tolong membantu ibunya, dan dia melakukannya dengan senang hati.

Bisakah anda bayangkan jika anak anda melaksanakan saran dan nasehat anda dengan rasa gembira?? Anda tentu akan sangat senang. Lalu bisakah ini terjadi?

Berteman dengan anak merupakan hal yang sangat luar biasa untuk bisa mempengaruhi anak, tapi menanamkan kegembiraan juga mempunyai peran penting untuk jiwa anak. Anak-anak bisa menjadi sarana kegembiraan bagi orang dewasa dan anak-anak juga sangat menyukai kegembiraan, tersenyumlah di hadapan anak anda dan lihatlah betapa senangnya dia.

Memberi kegembiraan pada anak akan memberi dampak yang positif sehingga anak merasa lebih bebas dan jiwanya terasa lebih hidup. Berbeda jika sang anak diberikan amarah dan ancaman, anak akan merasa terkekang dan jiwanya akan penuh dengan dendam.

Di bawah ini beberapa tips untuk mendatangkan kegembiraan kepada anak:
  1. Menyambut kedatangan anak: sambutlah anak ketika pulang dari bermain atau baru bertemu dengan anda, dia akan merasakan kalau anak merupakan bagian dari anda.
  2. Mencium dan bercanda: mencium anak merupakan salah satu cara untuk menunjukan kasih sayang anda kepada anak, anak akan sangat suka untuk bercanda. Tapi, biasakan untuk bercanda yang bisa mendidik anak.
  3. Mengusap kepala: mungkin hal ini terlihat sepele dan mudah, tapi dengan ini anak juga bisa merasa nyaman dan senang.
  4. Menggendong dan menimang: saya rasa tidak ada anak yang tidak suka digendong orangtuanya.
  5. Memberikan makanan: biasakan makan bersama dengan anak dan berilah dia makan, ini akan membangun kebersamaan anda dengan anak. Dan dengan ini, anda juga bisa memantau perkembangan organ cerna anak anda.
Diposkan oleh: Cak Win

Saturday, June 30, 2012

Tips Sederhana menjadi Pendidik yang Sukses

Pada artikel sebelumnya telah dibahas tentang pentingnya pengaruh sikap orangtua dalam mendidik anak. Lalu bagaimana caranya agar kita sukses dalam mendidik anak?? Berikut ini tips-tips yang bisa anda coba:

1. Tenang dan tidak terburu-buru
Suatu keputusan yang diambil dengan terburu-buru tidaklah baik, begitu juga dalam mendidik anak. Kita harus sabar dan telaten dalam mengajarinya, biasakan memberi contoh untuk hal-hal baru yang belum pernah dilakukannya. Apabila anak kita belum mengerti, ulangi lagi dengan sabar. Jelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami anak kita.

Sebagai contoh saat seorang ibu mendapati anaknya terus menangis dan dia tidak mengerti penyebabnya, sehingga ibu tadi akhirnya jengkel dan memarahi anaknya. Ketika suaminya datang dan mengetahui kejadian itu, dia memeriksa anaknya dan mendapati sebuah luka di punggung anaknya tersebut.
Jadi sebagai orang tua dalam mendidik anak haruslah bersikap tenang dan tidak terburu-buru dalam bersikap kepada anak.

2. Lembut dan tidak kasar
Banyak orang berpendapat kalau sifat kasar atau kata-kata yang kasar sudah merupakan watak dan tidak bisa diubah, benarkah demikian??? Ternyata sifat dan kepribadian bisa dibentuk dari kecil, jika kita ingin anak kita bersikap lembut dan tidak kasar kepada kita maka sebaiknya kita memberikan contoh tentang bagaimana bersifat lembut dan tidak kasar dalam berkata-kata.

Sebagai contoh jika kita biasa menyuruh anak kita dengan kata-kata yang kasar maka anak kita akan merasa hal itu adalah wajar dan diperbolehkan sehingga dia juga akan melakukan hal yang sama saat menginginkan sesuatu. Pernah diberitakan di sebuah TV swasta tentang kebiasaan anak balita yang suka merokok dan berkata-kata kasar, ternyata hal tersebut dipengaruhi oleh lingkungan dan kedua orang tuanya tidak bisa berbuat apa-apa. Jadi kita harus tanamkan pada diri kita jika kita sebagai orang tua tidak ingin di bentak atau dikatai kasar oleh anak kita sebaiknya kita juga tidak bersikap kasar dan berkata-kata kasar kepada anak kita.

3. Bersikap Penyayang Kepada Anak
Sekarang ini banyak terdengar berita tentang bayi yang dibuang oleh ibunya, ini merupakan indikasi kurangnya rasa sayang kepada anak. Sikap penyayang merupakan hal penting dalam keberhasilan mendidik anak, karena dengan rasa sayang kedua orangtua anak akan lebih mudah menerima apa yang kita ajarkan kepadaya. Jika kita tidak mempunyai sifat tersebut bagaimana mungkin kita mau memberikan pendidikan yang baik untuk anak kita.

4. Memilih yang termudah, selama untuk kebaikan
Setiap anak mempunyai kemampuan yang berbeda antara satu dengan yang lain, karena setiap anak adalah individu yang unik. Sikap yang membanding bandingkan anak dengan anak lain sudah merupakan hal yang harus kita hindari. Selama pertumbuhan anak kita masih berada dalam rentang waktu yang normal maka hal tersebut tidak perlu dikawatirkan.

Sebagai contoh anak A sudah bisa miminum air dalam gelas, sementara anak B masih sering tumpah kalau meminum air dengan gelas. Maka sebagai orang tua kita bisa memberi alternatif dengan memberikan sedotan untuk minum atau menggati dengan gelas bantu khusus anak.

5. Toleransi
Dalam mendidik kepada anak diperlukan toleransi, karena seperti yang kita tahu bahwa masa anak-anak kemampuannya belum maksimal.

6. Menjauhkan diri dari marah
Marah maupun fanatisme dan rasialisme merupakan hal-hal yang negatif dalam aktifitas kemasyarakatan apa lagi untuk pendidikan anak. Jika kita bisa mengendalikan marah kita pasti akan berbuah manis untuk anak-anak kita.

7. Seimbang Dan Proporsional
Segala sesuatu yang berlebih memang tidaklah baik, begitu juga dengan aktivitas mendidik anak. Usahakan mendidik anak sesuai dengan usia dan kemampuannya.

8. Memberi selingan
Tidak hanya anak-anak, orang dewasapun kalau dalam pekerjaannya tidak ada selingan akan merasa bosan, begitu juga dengan aktivitas mendidik anak. Kadang apa yang kita sampaikan kepada anak malah tidak masuk karena terlalu banyak materi yang kita berikan.

Diposkan oleh: Cak Win